Cara Derek Mobil yang Benar

Saat mobil kita tiba-tiba mogok dan tidak bisa dibenahi karena jauh dari bengkel, atau ada mobil teman yang sedang mogok di jalan maka salah satu alternatif adalah meminta bantuan teman lainnya untuk menderek mobil mogok tersebut.
Sebagai pemilik mobil kita harus memiliki pengetahuan tentang bagaimana cara derek yang tepat, jangan sampai kita gak tahu dan teman yang kita panggil gak tahu. berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan saat derek mobil:
Panjang dan Kekuatan Tali untuk menarik
Panjang tali minimal adalah 4 meter, jadi jika memilik tali hanya 3 meter maka itu resiko terlalu besar terutama saat mobil depan mengerem atau menikung.
Sedangkan tali yang biasa dipakai yaitu tali webbing, atau yang biasa dipakai pendaki untuk mengikat tubuhnya. tali ini murah harganya kapan itu admin beli webbing dengan panjang 6 meter harganya cuma 20 ribu.
"Tali webbing" ini sangat kuat, lebih kuat dari tali tampar karena materialnya lebih bagus dan ikatannya juga sangat baik
Atau jika ingin lebih aman pecinta otomotif bisa membeli tali khusus untuk menderek mobil ini, biasanya terbuat dari baja yang dibungkus plastik
Bobot atau Berat Mobil
Perhatikan mobil yang akan menderek, sebaiknya secara ukuran mobil tersebut lebih besar dan tenaganya juga lebih besar dari mobil yang di derek, kalau bisa pecinta otomotif mengetahui spesifikasi teknis mobil tersebut malah lebih baik. Minimal jenis mobil yang dipakai menderek sama dengan mobil yang di derek. Hal ini menyangkut kenyamanan dan keselamatan juga.
Jangan sampai mobil truk di derek pick up, ya tidak kuat. paling tidak truk ya diderek truk (sama)
Tautan tali untuk menderek
Untuk mengikat tali pada mobil tidak boleh sembarangan, carilah sebuat besi berbentuk setengah lingkaran (kadang juga bentuk lain, tapi kebanyakan setengah lingkaran), lokasinya biasanya ada dibawah bumper depan atau belakang. Ciri tautan tali tersebut adalah terkait kuat dengan sasis mobil dan besinya cukup besar kira-kira seukuran jari telunjuk.
Jangan ikat di bemper atau suspensi mobil, karena bagian tersebut tidak kuat menahan beban mobil dan berpotensi tali putus
Kecepatan dan kondisi tali
Untuk kecepatan usahakan konstan pada angka tertentu maksimal 40 km/jam, jangan berubah-ubah hal ini untuk menghindari tali tersentak dan putus, lagi pula berbahaya jika tali kendur...intinya jaga kecepatan dan kondisi tali jangan kendur
Rute yang akan dilalui
Nah sebelum menderek, lakukan diskusi terlebih dahulu dengan driver di belakang (mobil yang akan di derek). Tujuannya agar pengemudi jalan di belakang tahu jika ada belokan-belokan (sama-sama tahu) sehingga bisa mempersiapkan diri dengan lebih baik. Tujuan lain dengan adanya diskusi maka akan menentukan rute dengan jalur terbaik yakni minim tanjakan/ turunan, minim persimpangan, jalan berlubang dan lain sebagainya.
Memilih lajur kiri
Ini yang penting, saat menderek mobil hendaknya selalu memilih lajur kiri atau jalur lambat dengan kecepatan dibawah 40 km/jam (bisa 20-30).
Lampu yang dinyalakan
Saat diperjalanan pecinta otomotif bisa menyalakan lampu utama untuk peringatan, akan tetapi jangan menyalakan lampu hazrd saat berjalan karena bisa membahayakan pengendara lain. Lampu hazard boleh dinyalakan ketika berhenti untuk memasang atau mengikat tali (perbaikan)
Sedangkan lampu sein, pecinta otomotif bisa menyalakan lampu sinyal tanda akan belok ini jauh sebelum tikungan, sehingga mobil-mobil dibelakang dan depan kita mempersiapkan diri dari jauh.
Menderek mobil matic
Menderk mobil matic berbeda dengan mobil manual, harus lebih paham tentang mobil. Karena mobil matic sistem transmisinya selalu terkait dengan roda, jadi jika roda berputar maka transmisi juga ikut berputar... sedangkan sistem transmisi butuh oli saat bekerja padahal pada mobil matic oli transmisi akan dialirkan saat mesin hidup.
Nah jika mesin mobil mati maka sistem transmisi tidak mendapat suplai oli, dan jangan sekali-kali menderek dengan cara biasa karena akan merusak gigi transmisi. Ada cara khusus yang bisa dibaca pada artikel sebelumnya yakni Cara Menderek Mobil Matic

0 comments: